Selasa, 08 November 2011

E-BUSINESS



E-BUSINESS
e-Business atau Electronic business dapat didefinisikan sebagai aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi,dan salah satu aplikasi teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal, melingkupi sistem, pendidikan pelanggan, pengembangan produk, dan pengembangan usaha. Secara luas sebagai proses bisnis yang bergantung pada sebuah sistem terotomasi. Pada masa sekarang, hal ini dilakukan sebagian besar melalui teknologi berbasis web memanfaatkan jasa internet. Terminologi ini pertama kali dikemukakan oleh Lou Gerstner, CEO dari IBM.
E-business merujuk pada seluruh penggunaan tingkat lanjut dalam teknologi informasi (TI), khususnya teknologi jaringan dan komunikasi, untuk meningkatkan cara organisai melakukan seluruh proses bisnisnya

E-business merupakan interaksi eksternal organisasi dengan para pemasok, pelanggan, investor, kreditor, pemerintah dan media massa, termasuk penggunaan teknologi informasi untuk mendesain kembali proses internalnya

Sebelum akses internet merupakan hal yang umum dan mudah di dapat, organisasi-organisasi memiliki pilihan untuk memilih kapan dan bagaimana untuk ikut serta dalam e-business
Bab ini memberikan pemahaman dasar kepada para akuntan dan profesional sistem mengenai peluang dan risiko yang berhubungan dengan e-business

MODEL-MODEL  BUSINESS
Business to Consumers (B2C): Interaksi antara individu-individu dengan organisasi-organisasi
Business to Business (B2B): Interorganizational e-business.
Type of E-Business
Characteristics
B2C
Organization-individual
Smaller dollar value
One-time or infrequent transactions
Relatively simple
B2B
B2G
B2E
Interorganizational
Larger dollar value
Established, on-going relationships
Extension of credit by seller to customer
More complex

1. B2C (Business to Consumers)
Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi. Business to consumers atau business to costumer menggambarkan kegiatan bisnis melayani konsumen dengan produk atau jasa. Misalkan orang membeli sepasang sepatu dari pengecer. Transaksi yang mengarah ke sepatu agar tersedia untuk pembeli, yaitu pembelian kulit, tali, karet, dll serta penjualan sepatu dari pembuat sepatu ke pengecer akan dianggap transaksi B2C.
Karakteristik B2C :
- Antara organisasi dengan perorangan
- Nilai uang yang dilibatkan lebih kecil
- Transaksi tidak sering terjadi
- Relatif sederhana
2. B2B (Business to Business)
Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi). menggambarkan transaksi perdagangan antara perusahaan, seperti antara manfaktur dan grosir, atau antara grosir dan pengecer. Volume transaksi B2B jauh lebih tinggi dibandingkan volume transaksi B2C. Alasan utamanya karena dalam rantai pasokan (Supply chain) ada banyak transaksi B2B yang mencakup bahan baku dan penjualan produk jadi ke konsumen. Sebagai contoh, sebuah produsen mobil membuat beberapa transaksi B2B seperti membeli ban, kaca untuk kaca jendela, dan selang karet untuk kendaraan. Transaksi terakhir adalah saat kendaraan jadi yang dijual kepada konsumen yang merupakan transaksi (B2C) tunggal.
Karakteristik B2B :
- Antar organisasi
- Nilai uang yang dilibatkan lebih besar
- Hubungan yang kuat dan berkelanjutan
- Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan
- Lebih kompleks
3. B2G (Business to Government)
Interaksi terjadi antara organisasi dengan pemerintah. B2G memiliki karakteristik yang sama dengan B2B sehingga B2G dapat dikelompokkan kedalam B2B. B2G adalah turunan dari B2B yang sering disebut sebagai public sector marketing atau pemasaran sektor publik yang mencakup pemasaran produk dan jasa untuk berbagai tingkat pemerintahan, negara bagian dan lokal melalui integrated marketing communication atau komunikasi pemasaran terpadu seperti strategic public relation, advertising, dan komunikasi berbasis web.
4. B2E (Business to Education)
Interaksi yang terjadi antara organisasi dengan pendidikan. Sama halnya dengan B2G, B2E juga memiliki karakteristik yang sama dengan B2B.

PENGARUH-PENGARUH E-BISNIS ATAS PROSES BISNIS
• Electronic Data Interchange (EDI): Standar protokol UNTUK secara Elektronik Mentransfer Informasi antar-Organisasi Serta Dalam, Berbagai proses bisnis
• EDI:
- Meningkatkan Akurasi murah
- Mengurangi biaya
EDI Telah ada Sejak Tahun 1970, namun hingga SAAT ini penggunaannya terutama Terbatas PADA perusahaan-perusahaan gede

fasilitator EDI
• EDI tradisional Cukup mahal. Perkembangan baru Telah menghilangkan kendala-kendala biaya yaitu:
• Internet: Menghilangkan kebutuhan untuk khusus milik pihak ketiga jaringan.
• XML: Extensible Markup Language - Set standar untuk mendefinisikan isi data pada halaman Web.
• ebXML:
• Mendefinisikan standar untuk pengkodean dokumen bisnis umum.
• Meniadakan kebutuhan perangkat lunak Atas Khusus UNTUK menerjemahkan Dokumen Yang Dibuat oleh perusahaan Yang berbeda

Integrated Electronic Data Interchange (EDI)
• Menuai manfaat penuh dari EDI mensyaratkan bahwa sepenuhnya terintegrasi dengan SIA perusahaan.

Pengaruh e-business atas aktivitas-aktivitas business Rantai Nilai
Rantai Nilai-Aktivitas Utama
E-Business Opportunity
 Inbound logistics
 Akuisisi produk yang didigitalkan
 pengurangan persediaan peyangga
 Operations
 Produk yang lebih cepat, lebih akurat
 Outbound logistics
 Distribusi produk yang dapat didigitalkan
 Pelacakan status berkelanjutan
 Sales and Marketing
 Peningkatan pelayanan ke pelanggan
 Pengurangan biaya iklan
 Periklanan yang lebih efektif
 Post-sale Support and Service
 Mengurangi biaya
 Ketersediaan pelayanan 24/7

Value Chain –
Support Activities
E-Business Opportunity
 Purchasing
 Human Resources
 Infrastructure
 identifikasi sumber dan lelang terbalik
 pelayanan mandiri karyawan
 EFT, FEDI, pembayaran elektronik lainnya


PEMBELIAN DAN INBOUND LOGISTIC
Internet dapat meningkatkan aktivitas pembelian dengan cara mempermudah perusahaan mengidentifikasi calon pemasok dan membandingkan harga
Data mengenai pembelian yang dilakukan sub unit organisasi yang berbeda dapat disentralisasi, sehingga memungkinkan organisasi untuk menetapkan pembelian total di seluruh dunia atas berbagai produk
Untuk-untuk produk yang dapat didigitalkan, seperti buku, CD, software dan informasi, seluruh fungsi inbound logistics dapat dilakukan secara elektronik


OPERASI INTERNAL, SUMBER DAYA MANUSIA, DAN INFRASTRUKTUR
Teknologi komunikasi tingkat lanjut dapat secara signifikan meningkatkan :
Efisiensi operasi internal.
perencanaan
Efisiensi dan efektifitas aktivitas pendukung sumber daya manusia dalam rantai nilai
Efisiensi perhitungan akuntansi dalam hal pembayaran dari para pelanggan

Financial Electronic Data Interchange (Fedi)
• Penggunaan EDI UNTUK bertukar Informasi hanyalah BAGIAN Dari hubungan Pembeli-penjual Dalam, bisnis-top bisnis e-commerce
• transfer dana elektronik (TDE) merujuk PADA Pembayaran Tunai proses secara Elektronik
• EFT biasanya dicapai melalui SISTEM Perbankan yaitu Jaringan ACH (Automated Clearing House)
• Sebuah kredit ACH adalah instruksi ke bank Anda untuk mentransfer dana dari account Anda ke account lain.
• Sebuah debit ACH adalah instruksi ke bank Anda untuk mentransfer dana dari rekening lain ke Anda.

Outbound Logistics
E-Business dapat meningkatkan aktivitas dan outbound logistic :
Akses yang tepat waktu dan akurat atas informasi rinci tentang pengiriman
Optimisasi inventori
Untuk barang-barang atau pelayanan yang dapat didigitalkan, fungsi outbond logistic dapat dilaksanakan secara elektronik

PENJUALAN DAN PEMASARAN
Perusahaan dan menciptakan katalog elektronik di website mereka untuk mengotomatisasikan input pesanan penjualan
Secara signifikan mengurangi jumlah staf
Efektifitas periklanan dan mengurangi biayanya





FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN DALAM E-BUSINESS
  1. Fokus. Produk-produk yang dijual di internet harus menjadi bagian yang fokus dari masing-masing manajer produk.
  2. Banner berupa teks, karena respons yang diperoleh dari banner berupa teks jauh lebih tinggi dari banner berupa gambar.
  3. Ciptakan 2 level afiliasi. Memiliki distributor penjualan utama dan agen penjualan kedua yang membantu penjualan produk/bisnis.
  4. Manfaatkan kekuatan e-mail. E-mail adalah aktivitas pertama yang paling banyak digunakan di Internet, maka pemasaran dapat dilakukan melalui e-mail atas dasar persetujuan.
  5. Menulis artikel. Kebanyakan penjualan adalah hasil dari proses edukasi atau sosialisasi, sehingga produk dapat dipasarkan melalui tulisan-tulisan yang informatif.
  6. Lakukan e-Marketing. Sediakan sebagian waktu untuk pemasaran secara online.
  7. Komunikasi instan. Terus mengikuti perkembangan dari calon pembeli atau pelanggan tetap untuk menjaga kepercayaan dengan cara komunikasi langsung.

KESIMPULAN :
E-Business merujuk pada seluruh penggunaan tingkat lanjut dalam teknologi Informasi yaitu melibatkan pemakaian teknologi komunikasi dan jaringan
Jenis-jenis e-business yaitu B2C, B2B, B2G dan B2E
EDI, Internet dan komunikasi nirkabel tingkat lanjut mengurangi biaya dan meningkatkan kecepatan dan akurasi proses bisnis yang dijalankan
Faktor keberhasilan e-business adalah Fokus, Banner berupa teks, Ciptakan 2 level afiliasi, Manfaatkan kekuatan e-mail, Menulis artikel, Lakukan e-Marketing, Komunikasi instant.


Referensi :
Materi SIA PENGANTAR E-BUSINESS
staff.gunadarma.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar